Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2018

Korban Nafsu Berahi Manajemen Itu Bernama Coutinho

Sebenarnya tidak ada gunanya mengungkit-ungkit lagi dan lagi pemain yang sudah sangat mustahil lagi berhubungan dengan Inter. Tetapi untuk para pemain yang malang melintang di luar sana, semua batin para Interisti sejatinya terluka tanpa jelas penyebabnya. Inter sejatinya merupakan klub paling terkenal dalam memandang remeh pemainnya sendiri yang sebenarnya memiliki potensi bagus untuk kelangsungan masa depan mereka. Sejumlah nama mulai direlakan karena karirnya yang telah berakhir, kini salah satu dari mereka yang dikucilkan kala berseragam Biru Hitam lagi-lagi membuat gempar. Philippe Coutinho dimahar seharga 160 Juta Euro yang mendapuknya sebagai pemain termahal kedua di sepak bola modern kini. Sejenak pasti kita termangu dengan angka yang begitu meledak dari penjualan Cou, harga yang sangat jauh dengan ketika Liverpool hanya merogoh kocek sekitar 10 Juta Euro dan itupun terlalu mudah 5 tahun yang lalu. Liverpool dalam kasus ini jelas sekali mengalami keutungan absolut, sedangkan b...

Dicari, Pencetak Hattrick Terakhir Inter!

Hasil 1-1 malam tadi dianggap sebagai kesialan yang seharusnya tidak terjadi, bahwa seharusnya Inter dapat mempertahankan skor dan membawa pulang kemenangan. Namun di pengamat, lebih-lebih kritikus, hasil yang diterima Inter sejatinya adalah keberuntungan yang salah alamat. Dengan permainan yang sangat kacau, tidak jelas, bahkan terkesan bermain asal main, tanpa strategi yang menjadi tonggak. Kita saksikan kalau Inter merciptakan golnya melalui skema bola mati, yang paling memalukan lagi gol tersebut terjadi lewat sentuhan kedua atau reborn. Padahal peluang yang diterima Mauro dari umpan manis Cancelo bahkan terlihat tanpa jagaan seharusnya dapat lebih teliti menempatkan bola ke tempat yang memungkinkan sulit dijangkau Sportiello. Sedangkan gol yang dibawa Simeone adalah buat ketelatenan Fiorentina sepanjang laga dan juga lemahnya skema yang dijalankan Inter seiring memainkan bek sayap (Santon) sebagai bek tengah. Sebegitu amatirnya kah Manuel Lombardoni sampai-sampai Spalletti mem...

Mengenang Pioli dan Pulangnya Pangeran Gigliati

    Musim yang betul-betul penuh adrenalin, dinamika yang bahkan tak satu orangpun bisa menduga. Beginilah sepak bola, bundarnya tak hanya bolanya, tapi juga sistem dan permainanya. Inter yang begitu memesona musim ini di tangan arsitek baru, mendapat sambutan tepuk tangan riuh, namun itu tak sampai bulan ke-12. Karena selama satu bulan penuh dalam 7 laga maraton hanya satu kemenangan yang dapat dicapai. Inter pun kehilangan integritasnya. Penampilan merosot Nerazzuri sebenarnya terkesan aneh, karena di awal bulan Desember lalu Inter meraih kemenangan absolut 5-0, yang kemudian mereka berhenti mencetak banyak gol di 6 laga selanjutnya, hanya 1 gol yang dapat dibuat. Kekalahan pertamapun datang, kekalahan yang memberanakan kekalahan beruntun di 2 laga kemudian. Menjadikan situasi di Inter menjadi kian rumit dan banyak dibilang de javu yang tidak diinginkan. Pasalnya mereka baru saja merasakan hal yang sama musim kemarin, bersama Stefano Pioli. Buruknya kinerja Frank ...

Inter Harus Membayar Untuk Miliki De Vrij

Sejatinya Serie A tidak cuma diisi bek-bek sekadar Koulibaly, Chielini, apalagi Bonucci. Di sana terdapat beragam pemain belakang yang memiliki citra yang bahkan lebih tinggi apabila lebih banyak dikenalkan. Stefan De Vrij merupakan salah satu nama bek tengah yang memiliki kapabilitas hebat di italia. De Vrij telah memiliki nama di PD 2014 lalu dimana ia mendapat banyak peminat bahkan dari tim-tim kelas dunia, namun singkat cerita Lazio lah yang lebih cepat mengambil langkah. Kini, rupanya idealisme De Vrij mulai patah seiring perjuangan berat di Lazio yang tidak jelas dalam perburuan gelar. Dalam 3 musim terakhirnya, Lazio tidak lebih baik dari sekadar finis di 5 besar. Prestasi paling baiknya bahkan hanya sebagai runner-up Coppa. Melihat situasi ini dan juga kondisi Lazio yang bukan merupakan klub ambisius penghunus gelar, De Vrij telah mantap melihat keluar. Kontrak berakhir akhir musim, namun tawaran perpanjangan ditolak dengan alasan terlalu kecil. Indikasi yang jelas menyi...

Perjudian Inter Terhadap Bastoni

Kabar burung yang semulanya hanya dipercaya sebagai berita murahan yang sebentar tidak lagi muncul di koran. Tetapi angin kuat mulai didatangkan dari Kota Bergamo, bahwa Inter ingin lebih cepat melihat investasinya. Seorang bocah puber 18 tahun, bermain sebagai bek tengah dengan ukuran tubuh yang sangat baik bagi seorang stopper. Dia adalah Alessandro Bastoni. Entah apa yang dipikirkan Inter terhadap anak Cassalmaggiore ini, sampai Zhang Jindong kebelet turun tangan untuk mengajaknya menjadi properti masa depan. Apabila seorang nomer satu klub sudah sampai rela membicarakan seorang pemain, maka harga berapapun yang menembokinya bukan perkara. Bastoni yang belum sama sekali menyicip panggung Serie A dan hanya malang melintang di Liga yang dibintangi Andrea Pinamonti cs ini sampai menuntut ditebus nyaris di angka 10 jt Euro. Atalanta memang cerdas dalam memainkan pasar, bahkan kepada pemainnya yang hanya sedikit memiliki eksistensi penampilan bagus terlebih hanya di Liga Primavera...

Mkhitaryan Setujui Operasi Inter

The Sun meliput langsung dari Kota Manchester yang dingin Januari mengenai kebocoran informasi soal adanya kemungkinan yang serius pertukaran pemain. Jelas kalau pemain yang dimaksud ialah Henrikh Mkhitaryan yang malang. Pemain yang musim kemarin menjanjikan dan membuktikan kapabilitasnya, tetapi tidak untuk kali ini. Musim yang baginya terlalu carut marut sampai-sampai ia dipaksa menyaksikan tempatnya didapuk Jesse Lingard, terlebih bocah asli MU itu sukses menjadi idola baru para fans. Maka tidak lagi ada harapan bagi Miki untuk bertahan.