Hasil 1-1 malam tadi dianggap sebagai kesialan yang seharusnya tidak terjadi, bahwa seharusnya Inter dapat mempertahankan skor dan membawa pulang kemenangan. Namun di pengamat, lebih-lebih kritikus, hasil yang diterima Inter sejatinya adalah keberuntungan yang salah alamat. Dengan permainan yang sangat kacau, tidak jelas, bahkan terkesan bermain asal main, tanpa strategi yang menjadi tonggak.
Kita saksikan kalau Inter merciptakan golnya melalui skema bola mati, yang paling memalukan lagi gol tersebut terjadi lewat sentuhan kedua atau reborn. Padahal peluang yang diterima Mauro dari umpan manis Cancelo bahkan terlihat tanpa jagaan seharusnya dapat lebih teliti menempatkan bola ke tempat yang memungkinkan sulit dijangkau Sportiello. Sedangkan gol yang dibawa Simeone adalah buat ketelatenan Fiorentina sepanjang laga dan juga lemahnya skema yang dijalankan Inter seiring memainkan bek sayap (Santon) sebagai bek tengah. Sebegitu amatirnya kah Manuel Lombardoni sampai-sampai Spalletti memilih Nagatomo yang masuk dan memaksa bek kanan lain di belakang dibanding kapten Inter muda itu.
Di belahan lapangan lainnya, pemain sekaliber Ivan Perisic tidak bisa memengaruhi apapun. Nama besarnya dan dipandang berkelas paling tinggi diantara pemain lainnya bukan berarti apa-apa bagi jalannya permainan tim. Ivan yang begitu bernafsu di permulaan teramat sangat kehilangan tajinya di tengah jalan. Di tiap laganya musim ini pada awalnya ia sering mencetak gol, atau membuat assist, atau setidaknya bermain baik dan memusatkan perhatian kepadanya. Ivan Perisic membukukan hattrick atau triplente, di ‘pertandingan terakhirnya’.
Semua orang sekarang merasa bahwa Perisic tidak sedang bermain di Inter, pasalnya sejak ia mencatatkan performa apik dengan 3 gol ke gawang Chievo, perannya merosot terjal sampai sekarang. Perisic tidak bisa lagi mencetak gol, tidak lagi bisa memberikan sodoran yang menyenangkan bagi Maurito, bahkan untuk sekedar menahan bola lebih lama dan mengolahnya sampai melewati beberapa pemain Ivan tidak mampu. Perisic memainkan peran yang sangat penting bagi Inter selama 15 laga beruntun, setelahnya Inter tidak lagi merasa memilikinya di 5 pertandingan terakhir.
Kemanakah pencetak hattrick terakhir Inter? Kalau ada yang menemukannya kami akan sangat menghargai itu.
Comments