Skip to main content

Dicari, Pencetak Hattrick Terakhir Inter!



Hasil 1-1 malam tadi dianggap sebagai kesialan yang seharusnya tidak terjadi, bahwa seharusnya Inter dapat mempertahankan skor dan membawa pulang kemenangan. Namun di pengamat, lebih-lebih kritikus, hasil yang diterima Inter sejatinya adalah keberuntungan yang salah alamat. Dengan permainan yang sangat kacau, tidak jelas, bahkan terkesan bermain asal main, tanpa strategi yang menjadi tonggak.

Kita saksikan kalau Inter merciptakan golnya melalui skema bola mati, yang paling memalukan lagi gol tersebut terjadi lewat sentuhan kedua atau reborn. Padahal peluang yang diterima Mauro dari umpan manis Cancelo bahkan terlihat tanpa jagaan seharusnya dapat lebih teliti menempatkan bola ke tempat yang memungkinkan sulit dijangkau Sportiello. Sedangkan gol yang dibawa Simeone adalah buat ketelatenan Fiorentina sepanjang laga dan juga lemahnya skema yang dijalankan Inter seiring memainkan bek sayap (Santon) sebagai bek tengah. Sebegitu amatirnya kah Manuel Lombardoni sampai-sampai Spalletti memilih Nagatomo yang masuk dan memaksa bek kanan lain di belakang dibanding kapten Inter muda itu.

Di belahan lapangan lainnya, pemain sekaliber Ivan Perisic tidak bisa memengaruhi apapun. Nama besarnya dan dipandang berkelas paling tinggi diantara pemain lainnya bukan berarti apa-apa bagi jalannya permainan tim. Ivan yang begitu bernafsu di permulaan teramat sangat kehilangan tajinya di tengah jalan. Di tiap laganya musim ini pada awalnya ia sering mencetak gol, atau membuat assist, atau setidaknya bermain baik dan memusatkan perhatian kepadanya. Ivan Perisic membukukan hattrick atau triplente, di ‘pertandingan terakhirnya’.

Semua orang sekarang merasa bahwa Perisic tidak sedang bermain di Inter, pasalnya sejak ia mencatatkan performa apik dengan 3 gol ke gawang Chievo, perannya merosot terjal sampai sekarang. Perisic tidak bisa lagi mencetak gol, tidak lagi bisa memberikan sodoran yang menyenangkan bagi Maurito, bahkan untuk sekedar menahan bola lebih lama dan mengolahnya sampai melewati beberapa pemain Ivan tidak mampu. Perisic memainkan peran yang sangat penting bagi Inter selama 15 laga beruntun, setelahnya Inter tidak lagi merasa memilikinya di 5 pertandingan terakhir.

Kemanakah pencetak hattrick terakhir Inter? Kalau ada yang menemukannya kami akan sangat menghargai itu.

Comments

Popular posts from this blog

Inter Harus Membayar Untuk Miliki De Vrij

Sejatinya Serie A tidak cuma diisi bek-bek sekadar Koulibaly, Chielini, apalagi Bonucci. Di sana terdapat beragam pemain belakang yang memiliki citra yang bahkan lebih tinggi apabila lebih banyak dikenalkan. Stefan De Vrij merupakan salah satu nama bek tengah yang memiliki kapabilitas hebat di italia. De Vrij telah memiliki nama di PD 2014 lalu dimana ia mendapat banyak peminat bahkan dari tim-tim kelas dunia, namun singkat cerita Lazio lah yang lebih cepat mengambil langkah. Kini, rupanya idealisme De Vrij mulai patah seiring perjuangan berat di Lazio yang tidak jelas dalam perburuan gelar. Dalam 3 musim terakhirnya, Lazio tidak lebih baik dari sekadar finis di 5 besar. Prestasi paling baiknya bahkan hanya sebagai runner-up Coppa. Melihat situasi ini dan juga kondisi Lazio yang bukan merupakan klub ambisius penghunus gelar, De Vrij telah mantap melihat keluar. Kontrak berakhir akhir musim, namun tawaran perpanjangan ditolak dengan alasan terlalu kecil. Indikasi yang jelas menyi...