Skip to main content

Mengenang Pioli dan Pulangnya Pangeran Gigliati

  
Musim yang betul-betul penuh adrenalin, dinamika yang bahkan tak satu orangpun bisa menduga. Beginilah sepak bola, bundarnya tak hanya bolanya, tapi juga sistem dan permainanya. Inter yang begitu memesona musim ini di tangan arsitek baru, mendapat sambutan tepuk tangan riuh, namun itu tak sampai bulan ke-12. Karena selama satu bulan penuh dalam 7 laga maraton hanya satu kemenangan yang dapat dicapai. Inter pun kehilangan integritasnya.

Penampilan merosot Nerazzuri sebenarnya terkesan aneh, karena di awal bulan Desember lalu Inter meraih kemenangan absolut 5-0, yang kemudian mereka berhenti mencetak banyak gol di 6 laga selanjutnya, hanya 1 gol yang dapat dibuat. Kekalahan pertamapun datang, kekalahan yang memberanakan kekalahan beruntun di 2 laga kemudian. Menjadikan situasi di Inter menjadi kian rumit dan banyak dibilang de javu yang tidak diinginkan. Pasalnya mereka baru saja merasakan hal yang sama musim kemarin, bersama Stefano Pioli.

Buruknya kinerja Frank De Boer mengajak semua pihak memilih melengserkannya, namun nama yang menadi oposisi tidak begitu meyakinkan, pada awalnya. Histori Pioli yang kurang bagus membuat Inter terlalu penuh pesimistis. Seorang mantan pemain Juventus, pelatih yang dipecat karena kurangnya kompetenitas saat bermuka riva klub. Begitulah banyak orang menggunjing. Namun kemudian kerja nyata yang diberikan Pioli begitu amat memuaskan. 9 laga tanpa kekalahan jelas hal yang dirindukan Interisti. Pioli terlebih melakukan hal hebatnya di Januari dimana Inter bergelimang kemenangan 100% di bulan itu.

Pioli yang mengakui dirinya seorang Interista sedari dini kemudian mendapatkan hati Curva Nord. Namun lagi-lagi, destinasi yang dibangunnya runtuh dan Inter kehilangan cara memenangi pertandingan. Piolipun kemudian dilengserkan tidak sampai musim berakhir. Dimana kemudian kembali ke arena Serie A bersama Fiorentina. Malam ini, dirinya akan menjamu tim yang tepat satu tahun lalu dibuat malang melintang sesaat. Sedang bagi Spalletti merupakan ujian apakah dirinya bernasib sama dengan Pioli dimana benar-benar berhenti membawa kemenangan atau justru menyelesaikan misi.


Hal yang tak kalah menarik lainnya adalah kembalinya si Pangeran Gigliati Valero ke rumah dimana ia merasakan benar-benar dihidupkan. Tempat dimana ia secara penuh disegani bagi lawan apalagi kawan. Juga para fans La Viola sangat mencintai keberadaan Borja selama 5 musimnya di Florence. Namun masa lalu terus terjadi, dan kini Valero datang hanya untuk singgah bukan tinggal. Karena dirinya merupakan sosok yang penting bagi Inter dan akan menjadikannya senjata melawan mantan timnya sendiri. Valero adalah bintang bagi Fiorentina di masa lalu, sepanjang kiprahnya disana ia selalu bermain dan bahkan sering kali menjabat kapten. 165 laga dan 14 gol menjadi sejarah di Artemio Franchi. Laga keduanya akan terjadi malam ini, 6 Januari 2018 dini hari, 02:45 WIB.

Comments

Popular posts from this blog

Inter Harus Membayar Untuk Miliki De Vrij

Sejatinya Serie A tidak cuma diisi bek-bek sekadar Koulibaly, Chielini, apalagi Bonucci. Di sana terdapat beragam pemain belakang yang memiliki citra yang bahkan lebih tinggi apabila lebih banyak dikenalkan. Stefan De Vrij merupakan salah satu nama bek tengah yang memiliki kapabilitas hebat di italia. De Vrij telah memiliki nama di PD 2014 lalu dimana ia mendapat banyak peminat bahkan dari tim-tim kelas dunia, namun singkat cerita Lazio lah yang lebih cepat mengambil langkah. Kini, rupanya idealisme De Vrij mulai patah seiring perjuangan berat di Lazio yang tidak jelas dalam perburuan gelar. Dalam 3 musim terakhirnya, Lazio tidak lebih baik dari sekadar finis di 5 besar. Prestasi paling baiknya bahkan hanya sebagai runner-up Coppa. Melihat situasi ini dan juga kondisi Lazio yang bukan merupakan klub ambisius penghunus gelar, De Vrij telah mantap melihat keluar. Kontrak berakhir akhir musim, namun tawaran perpanjangan ditolak dengan alasan terlalu kecil. Indikasi yang jelas menyi...