Skip to main content

Kesuksesan Deki Dengan Rekor Di Serbia Layak Dipantau Inter



Dejan Stankovic baru saja menorehkan rekor gemilang sebagai manager tim di musim keduanya menangani Red Star Belgrade atau FC Crvena Zvezda di Liga Serbia. Ia tidak hanya membawa tim yang pernah dibelanya tersebut sebagai pemain kembali juara, tetapi juga membuat raksasa Serbia itu memenangi Liga 4 kali berturut-turut dan memangkas raihan piala dengan Partizan dengan selisih 1 saja sekarang. Red Star kini memiliki 7 piala dan Partizan masih menjadi yang terbanyak dengan 8 kali juara.

Rekor yang lebih fantastis lagi, selama menukangi tim tersebut dalam 2 musim, Dejan membawa hanya 1 kekalahan saja di Liga Serbia dalam total 76 pertandingan. Bahkan musim ini mereka mengoleksi 114 gol yang menjadi catatan terbanyak dalam sejarah sepak bola yang mampu dibuat suatu tim, menyalip raihan yang pernah dicetak Partizan. Belum lagi, jumlah poin akibat tidak pernah kalah musim ini dan sekedar seri 3 kali, membuat Red Star menggondol 108 poin. Jumlah poin terbanyak yang pernah dilakukan siapapun, menyalip Celtic pada musim 2016-2017 dengan 106 poin selama semusim.

Dengan catatan megah ini, apakah Deki bisa menjadi opsi mendatang ketika Inter membutuhkan pelatih bila Conte tidak lagi sebagai Interista? Sangat layak dipertimbangkan, apalagi belum ada legenda Inter yang mampu melakukan pekerjaan tersebut.

Comments

Popular posts from this blog

Inter Harus Membayar Untuk Miliki De Vrij

Sejatinya Serie A tidak cuma diisi bek-bek sekadar Koulibaly, Chielini, apalagi Bonucci. Di sana terdapat beragam pemain belakang yang memiliki citra yang bahkan lebih tinggi apabila lebih banyak dikenalkan. Stefan De Vrij merupakan salah satu nama bek tengah yang memiliki kapabilitas hebat di italia. De Vrij telah memiliki nama di PD 2014 lalu dimana ia mendapat banyak peminat bahkan dari tim-tim kelas dunia, namun singkat cerita Lazio lah yang lebih cepat mengambil langkah. Kini, rupanya idealisme De Vrij mulai patah seiring perjuangan berat di Lazio yang tidak jelas dalam perburuan gelar. Dalam 3 musim terakhirnya, Lazio tidak lebih baik dari sekadar finis di 5 besar. Prestasi paling baiknya bahkan hanya sebagai runner-up Coppa. Melihat situasi ini dan juga kondisi Lazio yang bukan merupakan klub ambisius penghunus gelar, De Vrij telah mantap melihat keluar. Kontrak berakhir akhir musim, namun tawaran perpanjangan ditolak dengan alasan terlalu kecil. Indikasi yang jelas menyi...